Cari Blog Ini

Rabu, 30 Desember 2009

Pemain Sepakbola Kidal

Banyak penonton baik yang di lapangan hijau maupun di depan pesawat televisi terkagum-kagum melihat Arjen Robben menerima umpan panjang dari belakang kemudian memainkan bola dengan kaki kirinya sambil berliuk-liuk.

Robben memang pemain kidal yang menawan. Di tim Belanda, penyerang Robin van Persie juga kidal. Malam itu sebelum Robben mencetak gol ketiga Belanda di gawang Coupet, Van Persie mencetak gol juga. Di Piala Dunia 2006, Van Persie dengan kaki kirinya menaklukkan kiper Serbia melalui bola mati. Penjaga gawang Serbia hanya bisa diam. Itu merupakan gol satu-satunya malam itu yang akhirnya Belanda menang 1-0.

Masih ada pemain kidal lainnya seperti Lionel Messi, David Silva, Roberto Carlos, Eric Abidal. Iker Casillas, Petr Cech dan masih banyak lagi. Akan halnya pemain kidal yang paling tenar mungkin semua sepakat bahwa Maradona-lah orangnya. Banyak yang masih ingat dalam pertandingan melawan Inggris di kancah Piala Dunia, Maradona berhasil menyihir empat pemain Inggris sebelum akhirnya menaklukkan kiper Peter Shilton. Peristiwa ini terjadi setelah gol the hands of God Maradona di Piala Dunia 1986 di Meksiko.

Menurut Musa Okwonga, penulis buku A Cultured Left Foot (2007), ada 11 syarat yang harus dimiliki oleh seorang pemain sepakbola berkualitas. Yang paling utama tentu saja kaki. Musa mengulas lebih jauh kehebatan para pemain sepakbola terkenal dengan kaki-kaki emas mereka. Dari semua ulasannya tentang kaki, ternyata masalah pemain bola dengan kaki kidal merupakan bagian yang paling menarik.

Musa mengambil contoh Dejan Savicevic, pemain AC Milan yang tampil melawan Barcelona di final Piala Champion di Athena, tahun 1994. Milan menghancurkan Barca 4-0 dan Savicevic mencetak gol ketiga dengan kaki kirinya yang membuat penjaga gawang Zubizarreta tidak berkutik. Bos besar AC Milan, Silvio Berlusconi, menyebut Savicevic sebagai Il Genio alias sang genius.

Penelitian
Dua orang pakar, Porac dan Coren dalam Lateral Preference and Human Behavior (1981), menyebutkan 20% dari pemain bola adalah kidal. Mereka memperoleh keuntungan dari fakta bahwa ia adalah tantangan yang jarang dijumpai pemain belakang yang bukan kidal.

Apa yang dilakukan para pemain kidal adalah menggiring bola dengan kaki kirinya yang lebih kuat ke arah kaki bek lawan yang lebih lemah. Dalam hal ini pemain kidal memiliki anugerah dengan kecepatan dan pengontrolan diri. Contohnya pada Stoichkov.

Sementara itu, peneliti Carey dan kawan-kawan dari Universitas Aberdeen yang mempublikasikan analisa mereka tentang Piala Dunia 1998, yang dipublikasikan di Journal of Sport Sciences (2001). Dari 236 pemain dari 16 tim, ternyata pemain memakai kaki yang merupakan preferensi dan bukan sebaliknya.

Dalam hal ini, para pemain kidal akan malu untuk memakai kaki kanannya ketika menendang bola. Dalam konteks ini peneliti melihat kehebatan kaki kiri Gheorghe Hagi yang begitu dahsyat.

Cerita tentang kiri terus berlanjut. Banyak yang percaya mereka yang pemain bola kidal memiliki akses lebih besar ke otak kanan. Oleh karena itu pemain kidal lebih ”pandai” dari pemain kanan. Banyak yang percaya bahwa Inggris tidak menjadi juara dunia lagi setelah tahun 1966 karena kekurangan pemain kidal. Apa betul? Wallahu a'lam.



Sumber: WWW.Sinar Harapan.Co.Id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar